Pandora Dari Mitologi
Pandora dalam mitologi. Kredit: Wikipedia
Pandora dalam mitologi
Yunani merupakan perempuan pertama yang diciptakan dewa Hephaestus dan Athena
atas perintah Zeus. Dalam Hesoid atau puisi – puisi Yunani yang
menceritakan mitos Pandora, dalam penciptaan perempuan pertama itu, setiap dewa
memberikan kemampuan yang unik pada dirinya. Peran Pandora dalam mitologi
Yunani adalah, ia yang membuka kotak yang menyimpan semua keburukan manusia,
atas dasar keingintahuannya, yang kita kenal sebagai kisah kotak Pandora. Ia
juga yang menjadi yang bertanggung jawab pada hadirnya harapan, sebagai makhluk
terakhir yang muncul dari kotak tersebut.
Pandora Dalam
Astronomi
1. Pandora, Bulan di
Saturnus
Satelit Saturnus yang
diberi nama Pandora. Kredit: Wikipedia
Pandora secara resmi
adalah nama satelit ke-4 dari Saturnus yang bentuknya hampir menyerupai
kentang dilapisi materi es seukuran debu. Pandora ditemukan bulan Oktober
1980 oleh tim peneliti Voyager dan satelit dalam Saturnus ini diketahui
memiliki ukuran 84 km. Permukaan Pandora juga menunjukkan keberadaan alur
pegunungan.
Dalam sistem Saturnus,
Pandora bersama dengan Promotheus, satelit lainnya di Saturnus menjadi satelit
penggembala bagi partikel di cincin F Saturnus. Dibanding Promotheus,
Pandora mengalami lebih banyak pembentukkan kawah dan dua kawah terbesarnya
diketahui memiliki diameter 30 km.
2. Pandora Dalam Fiksi
Bagi penggemar film Holywood, tentunya tidak akan asing mendengar kata Pandora sebagai nama bulan fiktif dalam kisah di film Avatar. Dalam kisah Avatar, Pandora adalah sebuah bulan yang mendukung kehidupan, dan mengitari sebuah planet pada sistem bintang di Alfa Centaury. Pandora disini bukan sekedar satelit pengiring bagi planet di bintang lain melainkan satelit yang bisa memiliki kehidupan. Mirip dengan bulan planet Endor yang dihuni kaum Ewok di film Return of the Jedi. Dengan demikian, kehadiran bulan yang mungkin bisa memberikan dukungan dalam kehidupan, bukanlah hal yang baru dalam khazanah fiksi ilmiah. Tentunya dari kisah-kisah fiksi ilmiah tersebut, memunculkan pertanyaan: Apakah dimungkinkan adanya kehidupan di sebuah bulan dari sebuah sistem keplanetan di luar sana?
Bagi penggemar film Holywood, tentunya tidak akan asing mendengar kata Pandora sebagai nama bulan fiktif dalam kisah di film Avatar. Dalam kisah Avatar, Pandora adalah sebuah bulan yang mendukung kehidupan, dan mengitari sebuah planet pada sistem bintang di Alfa Centaury. Pandora disini bukan sekedar satelit pengiring bagi planet di bintang lain melainkan satelit yang bisa memiliki kehidupan. Mirip dengan bulan planet Endor yang dihuni kaum Ewok di film Return of the Jedi. Dengan demikian, kehadiran bulan yang mungkin bisa memberikan dukungan dalam kehidupan, bukanlah hal yang baru dalam khazanah fiksi ilmiah. Tentunya dari kisah-kisah fiksi ilmiah tersebut, memunculkan pertanyaan: Apakah dimungkinkan adanya kehidupan di sebuah bulan dari sebuah sistem keplanetan di luar sana?
3. Pandora, Antara
Visi dan Upaya Ilmiah
Tentunya pertanyaan tersebut telah lama muncul dalam benak ahli astronomi. Bila ada sekian banyak planet-planet di luar sana (yang saat ini telah ratusan ditemukan), apakah dimungkinkan kehidupan di salah satu bulannya, seperti yang digambarkan baik film seperti Star Wars atau Avatar?
Tentunya pertanyaan tersebut telah lama muncul dalam benak ahli astronomi. Bila ada sekian banyak planet-planet di luar sana (yang saat ini telah ratusan ditemukan), apakah dimungkinkan kehidupan di salah satu bulannya, seperti yang digambarkan baik film seperti Star Wars atau Avatar?
Pandora, bulan dalam film Avatar yang memiliki kehidupan.
Kredit: wikia
Dugaan adanya
kehidupan pada bulan yang mengitari sebuah planet, telah lama disadari, bahkan
jauh sebelum ditemukannya planet-planet di luar Tata Surya. Reynolds dkk di
tahun 1987 telah mengajukan dugaan adanya zona laik huni di antara
planet-planet gas raksasa dari pengamatan Europa.
Semenjak ditemukannya
planet-planet di luar Tata Surya di pertengahan sampai akhir dasawarsa 90an,
beberapa ahli astronomi semakin yakin dalam mengajukan dugaan bahwa, bila
memang ada planet ditemukan, apakah dimungkinkan ditemukan bulan-bulan yang
mendukung adanya kehidupan? Di tahun 1997 DM Williams, JF Kasting, dan RA Wade
dalam publikasinya yang berjudul Habitable moons around extrasolar
giant planets di Jurnal Nature mengungkapkan, bulan yang bisa
mendukung adanya kehidupan, mempunyai ukuran massa mencapai sekitar 0.12 kali
massa Bumi dengan resonansi orbit seperti Io serta medan magnetic seperti
Ganymede, dan bukan tidak mungkin ditemukan pada bintang 47 Uma dan 16 Cyg B
(yang kala itu baru ditemukan sebagai memiliki sistem keplanetan).
Tentunya kesuksesan
film seperti Avatar semakin mendorong, apakah memang penemuan bulan-bulan
seperti Pandora itu benar-benar ada?
Bulan yang mengorbit
sebuah planet di bintang lain atau singkatnya yang mengitari exoplanet
dinamakan exomoon. Sampai tulisan ini dibuat astronom di dunia nyata (bukan di
dunia Avatar atau di dunia Star Wars) belum menemukan exomoon, namun semenjak
film Avatar, pertanyaan terkait mungkinkah exomoon ditemukan memang terus
dilontarkan.
Dalam sebuah sistem
keplanetan, khususnya terkait kasus Tata Surya, planet pada umumnya memiliki
satelit pengiring kecuali Merkurius dan Venus. Dengan demikian, diyakini
kalau di sistem extrasolar planet, satelit pengiring bagi planet juga dimiliki
oleh exoplanet. Tapi untuk membuktikan keberadaan exomoon bukan hal yang mudah.
Untuk bisa mendeteksi sebuah exoplanet saja kita bak mencari perubahan super
kecil pada bintang untuk bisa meyakini keberadaan planet di bintang lain.
Apalagi mendeteksi exomoon! Butuh kemampuan alat dengan resolusi yang sangat
tinggi untuk bisa mendeteksi satelit di planet yang mengitari bintang lain.
Sampai saat ini, ada
lebih dari 500 planet-planet di luar Tata Surya telah dicatat, dan dipahami
bahwa sebagian besar merupakan planet-planet gas raksasa, serupa Jupiter. Hanya
sedikit yang dinyatakan sebagai permukaan batuan (seperti Bumi), apalagi yang
berada pada zona laik huni (Habitable Zone), yaitu saitu wilayah yang secara
teoritis memungkinkan terbentuknya permukaan dalam bentuk cair, dan
memungkinkan terbentuknya kehidupan.
Salah satu pemikiran
yang diajukan mengenai kemungkinan adanya kehidupan dalam exomoons, disampaikan
oleh Heller & Barnes dalam Jurnal Astrobiology di awal 2013, yang
menyatakan secara teoritis, ada jarak minimum tertentu dari bulan dari planet
induk yang memungkinkan adanya kondisi laik huni, disebut sebagai ‘tepi laik
huni’, dan kondisi minimum ini memberi masukan pada pengamat di masa mendatang
dalam mengevalusi kondisi seperti Pandora atau Endor itu benar adanya atau
tidak. Walaupun kondisi zona laik huni dari exomoon itu akan sangat berbeda
dengan exoplanet, tetapi ini seperti membuka kotak Pandora, ada tantangan dan
kesulitan, tetapi ada harapan yang baru bagi astronomi di masa mendatang.
Saat ini ada beberapa
metode yang ditawarkan untuk mendeteksi exomoon, salah satunya adalah dengan
cara mengamati efek-efek yang terjadi pada saat sebuah exoplanet melewati
bintang induknya. Kemajuan dalam teknik dan pengembangan instrumentasi di masa
mendatang akan membantu menyingkap hal-hal yang sebelumnya masihlah menjadi
impian kita, dan pada akhirnya kita bisa menjawab, apakah Endor, atau Pandora
itu adalah sekedar impian para seniman saja?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar