Perbandingan sumbu rotasi bumi, Venus dan Uranus
Kedua planet yang
ditanyakan ini merupakan misteri di Tata Surya kita. Ini membuka kesempatan
yang luas bagi teoretikus untuk bermain dengan simulasi menggunakan komputer.
Venus, berbeda dengan planet-planet lainnya, bergerak berlawanan
arah (retrogade). Jika dilihat dari kutub utara, Bumi bergerak dari barat ke
timur. Sebaliknya, Venus bergerak dari timur ke barat dan sekali berotasi
memerlukan waktu 243 hari bumi. Seandainya kita tinggal di sana, kita akan
melihat Matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur.
Kenapa ini bisa
terjadi? Menurut simulasi yang dikemukakan oleh Alex Alemi dan David Stevenson,
kita perlu melihat saat Tata Surya masih muda. Masih banyak bongkahan-bongkahan
besar sisa pembentukan planet. Planet-planet masih mengalami tumbukan dengan
bongkahan-bongkahan ini. Misalnya saja Bumi-muda kita ini bertumbukan dengan
bongkahan seukuran Mars yang sekarang; pecahan-pecahan tumbukan ini terlontar
ke angkasa dan menyatu menjadi Bulan.Venus pun bertumbukan dengan
bongkahan-bongkahan ini. Setidaknya Venus mengalami dua kali tumbukan besar.
Yang pertama seperti yang terjadi pada Bumi sebagaimana dijelaskan di atas.
Venus pernah punya satelit. Namun, setelah kira-kira 10 juta tahun kemudian
Venus mengalami tumbukan dahsyat di sisi yang berseberangan dari tumbukan
pertama. Tumbukan kedua ini mengakibatkan perubahan arah rotasi Venus.
Perubahan ini terjadi karena si planet menyerap energi orbital bulan melalui
gerak pasang surut. Akibatnya, bulan tadi bergerak spiral menuju si planet
hingga akhirnya keduanya bertabrakan.
Kita tinggalkan Venus dan menuju Uranus, yang tidak kalah unik
dari Venus. Umumnya planet mengelilingi Matahari dengan sumbu rotasi yang
hampir tegak lurus terhadap bidang orbit. Tetapi, sumbu Uranus miring 97
derajat dari sumbu tegak. Ya, Uranus bergerak menggelinding ketika mengitari
Matahari. Bagaimana ini bisa terjadi pada planet yang massanya sekitar 15 kali
massa Bumi?
Perlu suatu peristiwa
yang mahadahsyat untuk mengubahnya menjadi sebagaimana keadaannya sekarang.
Tidaklah mungkin planet itu sejak terbentuknya sudah demikian. Sebagian teori
menyatakan bahwa saat pembentukan Tata Surya, cikal bakal planet sebesar Bumi
bertumbukan dengan Uranus dan menyebabkan sumbu rotasinya berubah.
Ada juga teori yang
tidak melibatkan tumbukan. Simulasi yang dilakukan Boue dan Laskar dari
Observatorium Paris menunjukkan bahwa Uranus dahulu sekali punya bulan yang
sangat besar. Massa bulan ini, meskipun hanya 0.1 % massa Uranus, mampu menarik
sumbu rotasi Uranus dalam waktu jutaan tahun. Lalu, kemana bulan ini pergi?
Kemungkinan besar bulan ini tertendang oleh gravitasi ketika planet masif
lainnya lewat.
____

Tidak ada komentar:
Posting Komentar